Senin, 03 Desember 2018

MENELUSURI CAGAR BUDAYA BENGKULU

Cagar Budaya Bengkulu adalah hal yang tak asing lagi kita dengarkan, hanya saja sangat jarang kita mengucapkan sebagai Cagar Budaya. Sehingga masyarakat lebih kenal jika disebutkan nama tempatnya secara langsung dibanding jika kita tanyakan seputar Cagar Budaya di Bengkulu.

Istilah Cagar Budaya harus kita populerkan dikalangan masyarakat lokal, agar masyarakat lokal bisa menjawab ketika ada pertanyaan dari wisatawan yang berkunjung.

Saat ini Cagar Budaya Bengkulu dibawah pengawasan 
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Wilayah kerja Sumatera Selatan, Bengkulu dan Bangka Belitung


Cagar Budaya Bengkulu

Rumah Pengasingan Bungkarno


Siapa yang  sudah pernah berkunjung ke kediaman Bung Karno di Bengkulu? Semoga untuk orang Bengkulu, sudah pernah semua ya. Buat teman-teman di luar Bengkulu, wajib banget tahu salah satu Peninggalan sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia ada di Bengkulu. 


Rumah Bung Karno terletak di Tengah Kota Bengkulu, lebih tepatnya di JL. Soekarno Hatta, Anggut Atas. Sebelumnya rumah tersebut milik seorang pedagang Tionghoa yang kemudian di sewa oleh Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama di asingkan di Bengkulu. 


Bangunan tersebut masih bernuansa tradisional Tionghoa, bisa nampak dari ukiran ventilasi dan bagian lainnya. Rumah ini berukuran 9m x 18m, yang terdiri dari rumah tamu dengan meja tamu yang saat ini masih ada. Kamar tidur beserta ranjangnya juga masih utuh, begitu juga dengan lemari pakaian, lemari buku beserta bukunya, sebuah sumur, kamar pembantu, beranda belakang, dapur, dan yang tak kalah kerennya adalah ada sepeda yang dahulu sering digunakan Bung Karno  selama berada di Bengkulu. 



Tempat ini membuat saya mulai membayangkan bagaimana semua kisah Sang Tokoh ketika memulai hidup di Bengkulu. Dengan kondisi Kota Bengkulu yang mungkin pada saat itu masih sepi, binatang liar, banyak hutan dan juga masih dikuasai penjajah. Kadang, ketika memutar ulang film-film perjuangan terbayang bahwa Kota Bengkulu yang Indah ini pernah diperebutkan oleh orang-orang luar. 


Namun, hanya syukur saja yang bisa saya ucapkan dengan semua karunia-Nya hingga menjadikan Bengkulu menjadi Kota yang merdeka. Saat ini, kondisi rumah Bung Karno masih banyak dikunjungi oleh orang-orang yang ingin tahu lebih dekat mengenai sejarah perjuangan di Bengkulu untuk Indonesia. 


Dengan halaman yang luas, angin yang berhembus sangat sejuk. Tanaman menghijau, membuat saya suatu ketika sangat ingin memiliki rumah replikanya Soekarno. Rumah Bung Karno beserta halamannya, merupakan rumah panggung dan  pekarangan terbaik yang ada di Bengkulu. Bentuk rumah yang klasik penuh dengan nuansa tradisional, ikut mengisahkan bahwa disana Bung Karno pernah melakukan perjuangan yang tidak pernah kita lakukan. 

Benteng Fort Marlborough



Kehadiran Benteng Fort Marlborough saat menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak digemari oleh masyarakat lokal ataupun luar. Saya pribadi lebih sering berkunjung ke Benteng peninggalan Inggris ini.


Banyak hal yang menarik yang bisa kita nikmati disini, mulai dari lokasinya yang strategis dan luas. Pemandangan Pantai yang sejuk, peninggalan-peninggalan yang masih ada di sana. Selain itu, deretan meriam juga masih tersusun rapi dan ada juga makam penjajah yang diabadikan disana. 







Fasilitas tersebut, membuat pengunjung sangat tertarik untuk datang ke Benteng. Ditambah lagi banyak informasi yang tersedia lokasi Benteng, sehingga pengunjung  sedikit banyak bisa tahu mengenai sejarah dari perjuangan dan berdirinya Benteng Inggris ini. Konon katanya di Benteng ini dahulunya, terdapat ruang rahasia untuk bisa keluar dari benteng tanpa harus diketahui oleh lawan perang.


Saat ini, fasilitas yang disediakan untuk lebih dalam mengetahui sejarah Fort Marlborough sudah ada. Sudah tersedia ruang Audio Visual, bagi pegunjung yang sudah mendaftar  bisa menonton sejarah perjuangan  Benteng ini di sebuah ruangan dengan konsep seperti mini bioskop. 




Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan halaman yang luas untuk mengadakan kegiatan yang ramah lingkungan. Misalnya saja, kegiatan diskusi ataupun ghatering bersama keluarga dan rekan-rekan lainnya. Sehingga wisata sejarah yang satu ini memili banyak pengunjung. 





Masjid Jamik Soekarno




Kehadiran peninggalan sejarah berupa masjid di Bengkulu menjadikan pondasi religiusnya masyarakat Bengkulu lebih kental. Sudah sejak lama peradaban Islam ini berdiri di Bengkulu untuk menjadikan masyarakat Bengkulu rajin beribadah di masjid.

Masjid yang berbentuk limas ini memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan masjid lainnya. Bentuknya yang klasik dan nuansa tradisional memberikan kesan yang unik dan juga elegan. 


Kehadiran masjid Jamik, saat ini menjadi salah satu tempat masyarakat muslim banyak berkumpul ketika azan berkumandang. Setiap waktu sholat, masjid ini juga tidak pernah sepi. Letaknya yang strategis di pertengahan jalan, membuat masyarakat setempat ataupun masyarakat lainnya lebih mudah untuk singgah beribadah. 


Disekitaran masjid, banyak terdapat pertokohan dan juga perhotelan serta dekat juga dengan perbankan membuat masjid Jamik memiliki daya tarik sendiri dan para wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu lebih memilih tempat yang dekat dengan keramaian dan juga dekat dengan masjid. 


Saya sendiri sangat senang sekali beribadah di masjid ini, selain tempat wudhunya yang terjaga, kebersihan dan kerapiannya juga  menambah kenyamanan. Terdapat juga halaman parkir yang luas, pengunjung yang memiliki kendaraan bisa dengan lapang untuk parkir dan melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman. 


Tugu Thomas Parr



Tugu Thomas Parr merupakan kuburan seorang penguasa Inggris yang terkenal sangat Kejam, ia memaksa rakyat menanam komoniti yang laku di pasaran Internasional. Karena kemarahan rakyat terhadap sikapnya yang sangat kejam, konon katanya rakyat bersatu dan berani membunuh Thomas Parr ketika ia tengah beristirahat di rumahnya.


Tugu Thomas Parr ini letaknya tidak jauh dari destinasi wisata  Benteng Marlborough, posisi Tugu ini hanya berdiri sendiri hampir di pertengahan jalan. Namun karena disebelah Tugu ini terdapat pasar Barokoto, maka terkesan terlihat berada di pinggiran pagar Pasar. Namun kahadiran Tugu ini menambah daya tarik di pintu masuk perkampungan toko. 


Saat ini, disekeliling Tugu sudah difasilitasi dengan adanya taman dan tempat duduk untuk pengunjung bersantai. Terkadang juga banyak pemuda-pemuda menjadikan halaman tugu menjadi tempat berolahraga sepatu roda, berkumpulnya berbagai komunitas-komunitas.



Hanya saja, sangat disayangkan di sekitaran Tugu Thomas Parr belum ada informasi-informasi mengenai siapa itu Thomas Parr, bagaimana sejarahnya sampai makanya di jadikan Tugu yang bernilasi sejarah. Sehingga para pengunjung banyak yang tidak tahu mengenai bangunan apa yang tengah berdiri tersebut.

Alangkah lebih baiknya jika disekitar Tugu ada infomrasi yang bisa memberikan pengetahuan kepada pengunjung lainnya tentang asal mulanya berdiri.




Pada saat saya berkunjung ke Tugu Thomas Parr beberapa waktu lalu, kebetulan sedang ada mahasiswa yang sedang melakukan penelitian di Tugu ini. Sangat di sayangkan, orang yang ingin tahu mengenai tugu ini, rata-rata adalah orang yang memiliki kepentingan informasi saja. Bukan hanya orang yang benar-benar alami ingin mengatahui tentang sejarah Cagar Budaya di Bengkulu. 


Bungker Jepang Bengkulu

Awalnya Bungker ini dibangun dan difungsikan sebagai pos pengamanan dan pengintaian terhadap serangan-serangan musuh. Bungker ini berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 7-8 meter. 


Pada setiap bungker memiliki pintu dan memiiki celah untuk mengintai musuh, Bungker ini sengaja di bangun di dearah yang cakupan pandangan luas dan tetap berada di area tersembunyi. 

Selain itu Bungker Jepang yang ada di Desa Malakoni dan Apoho, di Kota Bengkulu sendiri Jepang membangun sarana pertahanan berupa bunker yang tersebar di beberapa tempat di Bengkulu. Bunker yang tersebar di Kota Bengkulu terdapat di Kelurahan Kampung Kelawi, Kelurahan Suka Merindu, sekitar Benteng Marlborough, dan di sekitar Benteng York. Juga ada di daerah desa Kandang Kecamatan Kampung Melayu.


https://www.tempat.me
Kehadiran Bungker ini tidak lepas dari sejarah Indonesia, perjuangan yang penuh pertumpahan darah dan juga peperangan yang sangat dahsyat waktu itu sudah berlalu dengan kemerdekaan di tangan Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai kasyarakat lokal harus benar-benar bisa menghargai perjuangan Pejuang Indonesia dengan cara tidak melupakan akan sejarah dan juga terus memberikan yang terbaik untuk Negeri. 

Harapan Masyarakat Terhadap Cagar Budaya di Bengkulu

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan masyarakat Bengkulu dan juga wisatawan. Banyak sekali harapan-harapan mereka terhadap Cagar Budaya yang ada saat ini. 

Seperti pendapat Miftahul Jannah, sebagai seorang guru, masyarakat dan juga pengunjung berpendapat bahwa Cagar Budaya Bengkulu dimanfaatkan sebagai tujuan wisata suatu daerah dan bisa menjadi Ciri khas Bengkulu. Tapi banyak orang bukan hanya sekedar wisata, melainkan banyak yang menjadikan Cagar Budaya menjadi wisata edukasi sebagia media pembelajan, seperti belajar sejarah, anak-anak belajar sejarah langsung ditempat lokasinya kata gaulnya adalah “on the spot”.  Harapannya, karena bermanfaat untuk semua genarasi, maka harus terjaga agar keberlangsungan bangunan ataupun wilayah itu tetap terjaga keasriannya walaupun harus ada perubahan tapi tidak mengurangi esensinya.  


Dengan adanya sosial media sekarang ini tentu Cagar Budaya bisa mengangkat nama suatu daerah dengan banyaknya sosialisasi, jadi untuk generasi muda bukan hanya sekedar jalan-jalan tapi bisa mengedukasi masyarakat umum dengan selain kita berwisata disana kita dapat berbagi untuk menyampaikan Cagar Budaya itu sejarahnya seperti apa, yang kemudian didukung dengan foto/dokumentasi yang bagus. Jika kebiasaan ini sering dilakukan anak-anak Bengkulu, maka tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi minat masyarakat lainnya untuk ikut andil dalam bersisata ke Cagar Budaya. Selain itu, akan membuat orang-orang yang berada di luar kota Bengkulu ikut tertarik untuk mengunjungi dan menikmati wisata sejarah di Bengkulu yang sudah Nasional itu.  Hal tersebut  otomastis akan berefek pada aspek-aspek yang lainnya. 

Sementara itu menurut Pak Fakhruddin, ada juga yang beranggapan Cagar Budaya yang berupa Makam akan mendekatkan sebagian orang untuk berbuat syirik, namun perlu adanya kebijaksaaan dari kita untuk menghargai sejarah.  Hanya saja ada yang namanya syariah pasti berbeda, jikalau mau Cagar Budaya yang berupa makam itu mau di pertahankan perlu adanya ketentuan berlaku agar tidak lebih hanya sekedar makam dan tidak lebih dari cagar budaya saja. Tapi ketika kehadiran makam-makam tersebut memang sudah merusak aqidah seseorang, sudah menganggu dan memberikan efek buruk bagi seseorang, lebih baik dihancurkan. Agar meminimalisisr untuk tidak berbuat syirik dan ini harus ada aturannya. Misalnya tidak boleh membawa bunga, tidak boleh membawa sesajen dan sejenis peralatan ritual lainnya. 

Sebagaimana Tugu Thomas Parr yang hanya difungsikan sekedar Cagar Budaya saja. Kita kesana hanya melihat dan menyaksikan bentuk makamnya, sehingga sama sekali tidak berbau mistis. Sebaiknya begitu juga dengan makam lainnya, mengenai aturan yang menyangkut aqidah ini harus ada peraturan yang jelas dari pihak pengelola atau dari pihak pemudanya itu sendiri. Sama-sama kita menjadi pemerhati terhadap hal-hal yang akan mendekatkan kita kepada syirik. 

#StrategiKebudayaan
#KongresKebudayaanIndonesia
#BPCBJambi
#BentengMarlborough
#RumahPengasinganBungKarno
#MasjidJamikSoekarno
#TuguThomasParr
#BungkerJepangBengkulu
#SetengahAbadBengkuluEmas
#WonderfulBengkulu
#Visit2020
#genpibengkulu
@genpi_bengkululu
@cagarbudayajambi
@pasarsinggahbungkarno
@blogerrafflesia

52 komentar:

  1. Meski wisata ke makam (cagar budaya) yang penting kita mah niatnya saja ya...

    Semoga terhindar dari yang tidak baik.

    BalasHapus
  2. Saya sudah dua kali ke Bengkulu.. Awal Januari 2019 nanti mau jalan2 lagi ke Bengkulu bareng teman, nanti mau mengeksplor lebih banyak tempat menarik di sana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabar-kabari aja mbk kalo di Bengkulu

      Hapus
  3. Wah, banyak banget object wisata menarik yang wajib dikunjungi nih jika ke Bengkulu. Noted ah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk Alaika. Kalo ke Bengkulu, saya siap mengantarkn untuk berwisata

      Hapus
  4. Saya belum pernah ke Bengkulu, jadi senang banget baca cagar budaya Bengkulu ini. Semoga tempat-tempat ini bisa terus dirawat, dilestarikan sama pemerintah setempat juga masyarakat. Karena ini adalah peninggalan sejarah dan banyak kisah di dalamnya.

    BalasHapus
  5. Dilema ya Mbak untuk cagar budaya makam, sebagian masyarakat kita masih suka mengkultuskan emang Mbak. :(

    BalasHapus
  6. ngacuung. belum pernah ke bengkulu. banyak juga obyek wisata menariknya. TFS mbak. noted.

    BalasHapus
  7. wah di Bengkulu banyak wisata sejarah ya...kapan bisa kesana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ke Bengkulu, bisa hubungi saya mbk. Ntar saya antar jalan2

      Hapus
  8. Ya, Allah berilah hambaMu inibrezeki dan kesempatan utk melihat gan mengunjungi tempat2 bersejarah di Bengkulu. Adyik sekali kl bisa gathering ditempat bersih dan menyejukkan ini.

    BalasHapus
  9. menarik banget tentang Bengkulu semoga memang Cagar Budayanya tidak disalah artikan seperti makam yang dijadikan tempat syirik ya mba :) semoga someday bisa kesini aamiin

    BalasHapus
  10. Bengkulu banyak juga ya wisata menariknya sy tahunya cuma museum bung Karno

    BalasHapus
  11. Pengen ke rumah pengasingan bung Karno deh

    BalasHapus
  12. Kental sekali sejarah Indonesia di kota Bengkulu ini yaa...
    Aku salut bagi pemerintahnya, yang hingga kini mampu mempertahankan kelestarian budaya dan sejarah.

    JAS MERAH.
    Jangan pernah lupakan sejarah.

    BalasHapus
  13. Semakin banyak tau tentang Bengkulu, semakin mupengg pingin kesana. Padahal baru liat gambar-gambar dan baca tulisannya. Apalagi kalo dah ngeliat langsung ya, makin takjub keknya. Semoga kesampaian jalan-jalan ke sana.

    BalasHapus
  14. Cagar Budaya yang menyimpan sejarah selalu menarik untuk ditelusuri ya.
    AKu juga suka berkunjung gitu, soalnya menarik dan ada kisah yang seru dibaliknya. Apalagi jaman sebelum Indonesia merdeka

    BalasHapus
  15. Paling doyan ke benteng Malborough soalnya luas dan anak2 bisa lari2an hehee. Banyak juga tempat buat foto kece

    BalasHapus
  16. Masih terawat ya mbak, rumah pengasingan Bung Karno ini. Wah lokasinya di tengah kota jd cukup mudah dikunjungi. Moga2 kelak sat ke Bengkulu bisa melihat rumah pengasingan Bung Karno ini dan cagar wisata sejarah lainnya TFS

    BalasHapus
  17. Peninggalan sejarah di Bengkulu cukup banyak ya, dan semua menarik untuk dikunjungi

    BalasHapus
  18. Cagar budayanya masih terawat dan kita memang wajib menjaganya. Ini peninggalan sejarah untuk kita dan ank cucu belajar tentang kehidupan

    BalasHapus
  19. Duh saya nih yang belum pernah ke Bengkulu. Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung ke sana.

    BalasHapus
  20. Fort Marlborough ini hanya pernah kulihat melalui kartu pos. Pengin banget suatu saat bisa jalan2 ke Bengkulu dan melihat langsung benteng yg tentunya megah di masanya.

    BalasHapus
  21. Rumah pengasingan Bung Karno itu memang wajib kita kunjungi ya.. biar kita makin paham sejarah, bagaimana dulu Bung Karno berjuang sampai harus diasingkan :(

    BalasHapus
  22. Bengkulu kota penuh sejarah. Aku ingin ke benteng Malborough (semoga bener nulisnya). Sepertinya wisata satu ini terawat dengan banyak petunjuk buat para pengunjung.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Elly Wuri Handayani
    S1 Fakultas Ilmu Keperawatan

    BalasHapus
  25. Perawat Atika Dinanda
    Progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  26. Kamarul Ajmi progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  27. Rahma Kartika Yunitasari Progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen.

    BalasHapus
  28. Ricco Hanggara Progsus S1 Keperawatan FIkes Dehasen

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Mezi graselia progsus s1 keperawatan fikes dehasen

    BalasHapus
  31. Widi aprianta progsus s1 keperawatan fikes dehasen

    BalasHapus
  32. Mardiah OKtasari Progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  33. Progsus S1 keperawatan fikes dehasen

    BalasHapus
  34. Putra irawan
    Progsus S1 keperawatan fikes dehasen

    BalasHapus
  35. Rendo Stiawan gumay
    Progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  36. Desi br siagian
    Progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  37. Livi Rahma Dana Yanti
    progsus S1 Keperawatan Fikes Dehasen

    BalasHapus
  38. Hiksss belum pernah ke Bengkulu. Pengin banget bisa melihat tempat bersejarah ini suatu saat.

    BalasHapus
  39. yeni anggela
    progsus S1 keperawatn Fikes Dehasen

    BalasHapus

Blogger Bengkulu

Blogger FLP

Warung Blogger